Daftar Nama Masjid di DKI Jakarta

Rate this post

Daftar Nama Masjid di Jakarta – Jakarta adalah kota yang tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia, tetapi juga pusat perkembangan agama dan budaya Islam. Sejak masa kolonial hingga era modern, Jakarta terus berkembang menjadi kota dengan ratusan masjid yang tersebar di berbagai sudut wilayahnya. Beberapa di antaranya memiliki nilai sejarah tinggi, bahkan sudah berdiri sejak abad ke-18, dan tetap aktif digunakan hingga kini.

Masjid-masjid di Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, serta simbol keberagaman dan toleransi. Masing-masing wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara memiliki daftar masjid yang mencerminkan kekayaan budaya Islam dari masa ke masa. Ada masjid yang terkenal karena arsitektur uniknya, seperti Masjid Ramlie Musofa yang bergaya Taj Mahal, hingga Masjid Istiqlal yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara.

Jualkarpetmasjid.co.id menyajikan daftar nama masjid di Jakarta berdasarkan wilayah administratif. Daftar ini bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin menunaikan ibadah, melakukan wisata religi, atau mempelajari sejarah dan arsitektur masjid di ibu kota. Dengan mengetahui keberadaan masjid-masjid ini, Anda juga akan lebih mudah menjelajahi sisi spiritual dan budaya Jakarta yang kerap tersembunyi di balik gemerlap kota metropolitan.

Daftar Nama Masjid di Jakarta

Daftar Masjid di Jakarta

Masjid di Jakarta Barat

Jakarta Barat dikenal sebagai wilayah yang kaya akan warisan sejarah Islam, terutama karena di daerah ini terdapat sejumlah masjid tua yang telah berdiri sejak zaman kolonial Belanda dan bahkan sebelumnya. Banyak di antaranya masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keislaman hingga hari ini. Berikut adalah beberapa masjid bersejarah dan penting di Jakarta Barat:

1. Masjid Jami’ Al-Anshor

Masjid ini berlokasi di kawasan Tambora, salah satu area tertua di Jakarta Barat. Dikenal sebagai salah satu masjid yang aktif melayani masyarakat sejak lama, Masjid Jami’ Al-Anshor sering dijadikan tempat kajian rutin serta kegiatan sosial dan keagamaan.

2. Masjid Jami’ Al-Mansur

Terletak di Jembatan Lima, masjid ini dikenal karena kaitannya dengan ulama besar Betawi, Guru Mansur. Dibangun pada abad ke-18, masjid ini menjadi saksi perjuangan umat Islam di masa penjajahan, serta tempat berkumpulnya tokoh-tokoh pergerakan. Arsitektur masjid masih mempertahankan ciri khas tradisional Betawi.

3. Masjid Jami’ Al-Anwar

Berada di daerah Krendang, masjid ini merupakan salah satu pusat keagamaan penting di komunitas Muslim lokal. Meski tidak seterkenal beberapa masjid tua lainnya, Al-Anwar tetap menjadi bagian dari jaringan masjid tradisional yang berperan dalam pendidikan Islam di masyarakat Jakarta Barat.

4. Masjid Jami’ An-Nawier

Masjid ini terletak di kawasan Pekojan, dan merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta yang dibangun sekitar tahun 1760. Dibangun oleh pedagang Arab asal Hadramaut, masjid ini menjadi simbol awal mula penyebaran Islam oleh komunitas Arab di Batavia (Jakarta zaman dulu). An-Nawier juga dikenal dengan arsitektur khas Timur Tengah-nya yang kental.

5. Masjid Jami’ Kampung Baru

Masjid ini berdiri di daerah Tanah Sereal dan telah lama menjadi tempat ibadah utama bagi warga sekitar. Keberadaannya mencerminkan perkembangan komunitas Muslim di wilayah Jakarta Barat dari masa ke masa, terutama di lingkungan padat penduduk.

6. Masjid Jami’ Langgar Tinggi

Salah satu masjid paling unik secara arsitektur, Langgar Tinggi terletak di kawasan Pekojan dan dibangun pada abad ke-19. Ciri khasnya adalah bentuk bangunan dua lantai yang tidak lazim untuk masjid pada masa itu, mencerminkan pengaruh arsitektur Tionghoa dan Timur Tengah. Bangunan ini kini menjadi cagar budaya.

7. Masjid K.H. Hasyim Asy’ari

Merupakan salah satu masjid baru yang megah di Jakarta Barat, terletak di Daan Mogot. Masjid ini diresmikan pada tahun 2017 dan dinamai sesuai nama tokoh pendiri Nahdlatul Ulama. Dengan desain arsitektur modern dan daya tampung ribuan jamaah, masjid ini menjadi ikon baru keislaman di Jakarta.

Masjid di Jakarta Pusat

Daftar Nama Masjid di Jakarta Pusat

Jakarta Pusat, sebagai jantung pemerintahan dan simbol nasional, merupakan tempat berdirinya sejumlah masjid megah dan bersejarah. Masjid-masjid di wilayah ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol arsitektur, budaya, dan keragaman agama Islam di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan menjadi ikon kota dan tujuan wisata religi yang populer.

1. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara dan merupakan simbol kemerdekaan Indonesia. Dibangun pada tahun 1961 dan diresmikan pada tahun 1978, masjid ini mampu menampung hingga 200.000 jamaah. Arsiteknya, Frederich Silaban, merancang bangunan dengan gaya modern minimalis yang monumental. Terletak di seberang Gereja Katedral Jakarta, Masjid Istiqlal juga menjadi simbol toleransi antarumat beragama.

2. Masjid Agung Sunda Kelapa

Dibangun pada tahun 1971, masjid ini terletak di kawasan Menteng, salah satu wilayah elit di Jakarta. Masjid ini terkenal karena arsitektur modernnya yang sederhana namun elegan, serta lokasinya yang strategis. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga sering menjadi lokasi seminar, kajian Islam, dan kegiatan sosial masyarakat perkotaan.

3. Masjid Jami’ Al-Makmur

Terletak di Tanah Abang, masjid ini dikenal sebagai salah satu tempat ibadah yang aktif dengan berbagai kegiatan rutin, seperti pengajian, santunan sosial, dan pendidikan keislaman. Letaknya yang berada di pusat aktivitas perdagangan menjadikan masjid ini ramai dikunjungi, terutama saat waktu salat.

4. Masjid Jami’ Al-Riyadh

Masjid ini merupakan salah satu masjid komunitas di kawasan Cikini. Walaupun tidak sebesar masjid lainnya, Al-Riyadh memiliki nilai penting dalam melayani kebutuhan spiritual warga sekitar dan pelaku usaha kecil di sekitarnya.

5. Masjid Jami’ Baiturrahman

Terletak di lingkungan kantor pemerintahan, masjid ini sering digunakan oleh para pegawai negeri untuk salat dan kegiatan keagamaan lainnya. Baiturrahman juga memiliki peran aktif dalam menyelenggarakan ceramah dan pendidikan Islam secara rutin.

6. Masjid Jami’ Cut Meutia

Masjid ini dulunya merupakan bangunan kantor biro arsitek Belanda dan dijadikan masjid pada tahun 1980-an. Bangunannya memiliki gaya kolonial Eropa dengan sentuhan arsitektur Islami yang khas. Letaknya di Menteng membuatnya sering menjadi tempat ibadah utama bagi para pekerja dan warga sekitar, serta lokasi acara keagamaan besar yang melibatkan komunitas muda.

7. Masjid Jami’ Fatahillah

Berada di kawasan Kebon Sirih, masjid ini cukup dikenal karena aktivitas sosial keagamaannya yang tinggi. Selain ibadah rutin, masjid ini juga aktif menyelenggarakan kegiatan pembinaan masyarakat seperti pelatihan membaca Al-Qur’an dan santunan dhuafa.

8. Masjid Jami’ Lautze

Masjid yang sangat unik ini didirikan oleh komunitas mualaf Tionghoa. Terletak di Pasar Baru, bangunan masjid bergaya Tionghoa dengan warna merah mencolok di bagian fasadnya. Masjid ini terbuka untuk umum dan kerap dijadikan contoh toleransi dan akulturasi budaya dalam Islam. Selain tempat ibadah, Masjid Lautze juga menjadi pusat pembinaan bagi para mualaf.

Masjid di Jakarta Selatan

Daftar Nama Masjid di Jakarta

1. Masjid Agung Al-Azhar

Terletak di Kebayoran Baru, masjid ini dibangun antara 1953–1958 dan semula bernama Masjid Agung Kebayoran. Di bawah pengaruh Buya Hamka dan Rektor Al-Azhar Mesir pada 1960, nama “Al-Azhar” diadopsi sebagai simbol pusat pendidikan dan dakwah Islam modern Masjid ini bukan hanya tempat salat, tetapi juga menjadi pusat pendidikan TK, SD, hingga universitas dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional pada 19 Agustus 1993 . Kapasitasnya mencapai sekitar 10.000 jamaah dan kompleksnya lengkap dengan fasilitas dakwah, perpustakaan, dan klinik kesehatan.

2. Masjid Nurul Iman Blok M

Berlokasi di atas Mal Blok M, masjid ini mampu menampung lebih dari 6.000 jamaah dalam area seluas 4.000 m² . Arsitekturnya terinspirasi Timur Tengah dengan ornamen bintang dan kubah bergaya Madinah–Turki. Fitur unggulnya termasuk miniatur Ka’bah dan taman air mancur, membuatnya menjadi tempat favorit untuk ibadah, kajian, serta wisata religi.

3. Masjid Hidayatullah

Berdiri sejak 1747 di kawasan Kuningan, Masjid Hidayatullah didirikan di atas tanah wakaf seluas 3.000 m² dan memiliki arsitektur unik menggabungkan gaya Tiongkok, Hindu, dan Betawi. Di kawasan ini juga terdapat pohon-pohon berusia ratusan tahun serta makam pendiri dan pejuang yang masih dirawat hingga kini .

4. Masjid Jami’ Attaqwa Sriwijaya

Terletak di Kebayoran Baru, masjid ini dibangun pada 1920 dan kemudian diperluas pada 1952 . Luas tanahnya kini mencapai 3.000 m² dengan bangunan seluas sekitar 2.173 m², termasuk aula serbaguna 1.000 m² untuk kegiatan keagamaan, pengajian, dan acara komunitas .

5. Masjid Al-Mubarok (Masjid Tua Al-Mubarok)

Berdiri sejak 1527 di kawasan Kuningan, masjid tua ini merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta Selatan . Dibangun oleh Pangeran Kuningan dan pejuang dari Demak-Cirebon, fungsinya saat itu adalah mendakwahkan Islam dan mengusir penjajah Portugis .

6. Masjid Jami Al Barkah

Dibangun pada 1818 oleh Guru Sinin di Kemang–Bangka, masjid ini awalnya berbahan sederhana, lalu diperbaiki perlahan hingga berdinding keramik dan atap eternit pada 1985. Di belakangnya terdapat makam Guru Sinin (wafat 1920) yang masih menjadi objek ziarah hingga sekarang

Masjid di Jakarta Timur

Daftar Nama Masjid di Jakarta Timur

Jakarta Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup aktif dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan berskala besar. Wilayah ini memiliki beberapa masjid besar dan bersejarah yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan kegiatan sosial keislaman. Masjid-masjid di Jakarta Timur dikenal dengan peran strategisnya dalam perkembangan Islam modern, terutama dalam penyelenggaraan dakwah, kajian, hingga peringatan hari besar Islam.

1. Masjid Agung At-Tin

Masjid Agung At-Tin adalah salah satu masjid paling megah di Jakarta Timur. Terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), masjid ini dibangun atas prakarsa keluarga Presiden Soeharto untuk mengenang almarhumah Ibu Tien Soeharto. Dibuka pada tahun 1999, masjid ini memiliki kapasitas sekitar 9.000 jamaah. Gaya arsitekturnya menggabungkan elemen klasik dan modern dengan sentuhan khas Nusantara, termasuk ornamen ukiran khas Jawa di bagian interior. Selain sebagai tempat salat, At-Tin sering menjadi tuan rumah bagi berbagai acara besar seperti tabligh akbar, pengajian nasional, hingga peringatan Maulid Nabi.

2. Masjid Jami’ Diponegoro

Masjid ini terletak di kawasan Matraman dan dikenal sebagai salah satu masjid tua yang erat kaitannya dengan sejarah perjuangan. Diberi nama “Diponegoro” sebagai penghormatan terhadap Pangeran Diponegoro, masjid ini aktif menggelar berbagai kegiatan dakwah, pendidikan Al-Qur’an, serta santunan sosial. Letaknya yang strategis membuat masjid ini ramai dikunjungi jamaah, khususnya di hari Jumat dan bulan Ramadhan.

3. Masjid Jami’ Assalafiyah

Masjid ini merupakan salah satu pusat pendidikan dan pembinaan masyarakat di wilayah Jakarta Timur. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Jami’ Assalafiyah aktif menyelenggarakan pengajian rutin, kegiatan remaja masjid, serta pelatihan-pelatihan keislaman. Gaya bangunannya sederhana, namun atmosfer spiritual dan kekeluargaan di dalamnya menjadikan masjid ini sangat hidup di kalangan masyarakat setempat.

4. Masjid Raya Al-Azhar Jakarta Timur

Berada di kawasan Ciracas, masjid ini merupakan bagian dari jaringan Masjid Al-Azhar yang dikenal luas sebagai pusat pendidikan Islam modern. Masjid ini sering menjadi lokasi kegiatan keislaman berskala besar, termasuk seminar, pelatihan guru, dan kegiatan dakwah lintas generasi. Fasilitas pendidikan formal seperti TK hingga SMA juga tersedia di kompleks ini, menjadikannya sebagai institusi pendidikan terpadu berbasis Islam.

Masjid di Jakarta Utara

Jakarta Utara, sebagai kawasan pesisir yang multikultural, menyimpan banyak masjid yang bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga mencerminkan akulturasi budaya, sejarah, dan estetika arsitektur Islam. Masjid-masjid di wilayah ini berdiri di tengah masyarakat yang beragam, mulai dari komunitas nelayan, pedagang, hingga mualaf Tionghoa. Keberadaan mereka menjadi simbol harmoni sekaligus warisan peradaban Islam di tepi laut Jakarta.

1. Masjid Jami’ Al-Alam

Masjid ini merupakan salah satu masjid bersejarah yang terletak di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Dikenal sejak masa kolonial, masjid ini menjadi pusat dakwah dan aktivitas keagamaan bagi komunitas setempat. Arsitekturnya sederhana, namun tetap mempertahankan gaya tradisional Betawi dan nuansa keislaman yang kental. Masjid ini juga aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan agama untuk anak-anak sekitar.

2. Masjid Jami’ Batang

Masjid ini berdiri di daerah Tanjung Priok dan dikenal sebagai tempat ibadah yang cukup ramai, terutama saat hari besar Islam. Nama “Batang” merujuk pada daerah asal sebagian besar jamaah awalnya, yaitu dari pesisir utara Jawa. Masjid ini menjadi ruang spiritual dan sosial bagi komunitas urban Jakarta Utara yang heterogen.

3. Masjid Jami’ Jakarta Centre

Terletak di kawasan padat penduduk, masjid ini dirancang sebagai pusat kegiatan umat Islam dari berbagai latar belakang. Selain salat berjamaah, masjid ini sering mengadakan pelatihan kewirausahaan Islami, pengajian ibu-ibu, hingga bimbingan mualaf. Dengan fasilitas modern dan lokasinya yang strategis, Masjid Jami’ Jakarta Centre menjadi salah satu titik sentral pembinaan umat di Jakarta Utara.

4. Masjid Jami’ Ramlie Musofa

Masjid ini merupakan salah satu masjid paling ikonik di Jakarta Utara. Dibangun oleh keluarga Ramli dan Lie gabungan dari nama mereka menjadi “Ramlie” masjid ini memiliki gaya arsitektur yang sangat mirip dengan Taj Mahal di India. Bangunannya berwarna putih dengan kubah besar, taman simetris, dan kaligrafi bertuliskan aksara Arab dan Mandarin. Masjid ini juga menjadi pusat pembinaan mualaf Tionghoa dan destinasi wisata religi yang populer. Selain nilai estetika, Masjid Ramlie Musofa menjadi simbol toleransi, dakwah damai, dan kebhinekaan dalam Islam.

Kesimpulan

Daftar nama masjid di Jakarta mencerminkan kekayaan spiritual, budaya, dan sejarah Islam di tengah kehidupan masyarakat urban yang dinamis. Dari masjid bersejarah peninggalan kolonial hingga bangunan megah bergaya modern, setiap wilayah di Jakarta baik Jakarta Barat, Pusat, Selatan, Timur, maupun Utara menawarkan jejak peradaban Islam yang patut dikenang dan dijelajahi.

Masjid-masjid ini bukan hanya tempat untuk menunaikan ibadah salat, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, hingga wisata religi. Arsitektur yang unik, nilai sejarah yang dalam, serta peran strategis di tengah komunitas membuat masjid-masjid di Jakarta layak menjadi bagian dari daftar kunjungan Anda.

Apakah Anda sedang mencari tempat ibadah yang khusyuk atau ingin menjelajahi keindahan arsitektur masjid di ibu kota? Panduan ini dapat menjadi referensi lengkap untuk mengenal lebih dekat warisan Islam di Jakarta sebuah kota dengan kekayaan rohani yang tak ternilai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top